Implementasi Model Pembelajaran Jigsaw Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Peserta Didik Pada Materi Gelombang Bunyi
Keywords:
Model Jigsaw, Gelombang Bunyi, Pemahaman Konsep, Pembelajaran Kooperatif, Pendidikan FisikaAbstract
Pemahaman konseptual yang kuat merupakan landasan utama dalam pendidikan di abad ke-21. Hal ini krusial agar peserta didik dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis, menyelesaikan berbagai persoalan, dan beradaptasi terhadap perubahan yang dinamis (Kemendikdasmen, 2025). Studi pendahuluan di salah satu SMA di Kabupaten Bandung, yang menunjukkan dimana sebagian besar (65%) dari 300 peserta didik belum mencapai KKM (79) pada mata pelajaran fisika dengan partisipasi peserta didik yang rendah terutama pada materi gelombang bunyi maka memerlukan pendekatan pembelajaran yang inovatif. Penelitian ini bertujuan untuk menguji sejauh mana model pembelajaran kooperatif Jigsaw efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep gelombang bunyi pada peserta didik. Metode penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan model one-group pretest-posttest dengan sampel 37 peserta didik kelas XI MIPA yang dipilih melalui purposive sampling. Instrumen yang digunakan berupa tes uraian pemahaman konsep. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji wilcoxon, analisis N-Gain dan perhitungan effect size. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman konsep dari rata-rata 64 menjadi 90 dengan N-Gain sebesar 0,76 yang termasuk kategori tinggi. Uji wilcoxon menghasilkan Asymptotic Sig.Value sebesar 0,01 (p<0,05), menunjukkan perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest. Analisis effect size r mengungkapkan r=0,88 yang termasuk kategori efek besar. Implementasi model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw terbukti efektif untuk meningkatkan pemahaman konsep peserta didik pada materi gelombang bunyi. Penelitian selanjutnya disarankan menerapkan model Jigsaw pada materi fisika lainnya yang bersifat abstrak, eksplorasi di tingkat kelas berbeda serta durasi penerapan yang lebih panjang.
Downloads
References
Adrian, Y. P., & Intansakti, P. X. (2023). Upaya meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa kelas 4 SDK Wignya Mandala melalui pembelajaran kooperatif. SAPA: Jurnal Kateketik dan Pastoral, Sekolah Tinggi Pastoral Yayasan Institut Pastoral Indonesia, Malang.
Agustina, I., Wiyono, K., Marlina, L., & Abdul Rahman, N. F. (2025). Pengaruh simulasi PhET terhadap pemahaman siswa mengenai konsep gelombang bunyi di sekolah menengah. Jurnal Education and Development, 13(1), 63–65.
Ahmad, R. R., Hafid, R., Bahsoan, A., Ilato, R., Sudirman, S., & Damiti, F. (2023). Pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw terhadap meningkatkan hasil belajar siswa di SMA Negeri 1 Biluhu. Journal of Economic and Business Education, 1(2), 83–96.
Anderson, L. W., & Krathwohl, D. R. (2001). Taksonomi tujuan pendidikan: Revisi taksonomi Bloom untuk tujuan pembelajaran, pengajaran, dan penilaian (Terj. A. S. M. S. Sudrajat). Pustaka Pelajar.
Anwarul. (2023). Model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw menurut para ahli: Metode asyik untuk mencapai pembelajaran efektif. Diakses dari https://perpusteknik.com
Azzaroiha, C., Redhana, I. W., & Suma, K. (2025). The effect of scaffolding strategies on learning outcomes in science learning: A systematic literature review. Jurnal Penelitian Pendidikan IPA, 11(1), 45–55.
Docktor, J. L., & Mestre, J. P. (2014). Synthesis of discipline-based education research in physics. Physical Review Special Topics - Physics Education Research, 10(2).
Endang, S. (2021). Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dalam pembelajaran fisika untuk meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar siswa. JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA, 1(2), 65–83.
Hake, R. R. (1998). Interactive-engagement versus traditional methods: A six-thousand-student survey of mechanics test data for introductory physics courses. American Journal of Physics, 66(1), 64–74.
Handayani, V., Fatimah, S., Maulidiana, F., Nasution, A. N. P., & Anjarwati, A. (2022). Model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw untuk meningkatkan pemahaman konsep peserta didik. Jurnal Sosial Humaniora Sigli, 5(2).
Harefa, D., Sarumaha, M., Fau, A., Telambanua, T., Hulu, F., Telaumbanua, K., Lase, I. P. S., Ndruru, M., & Ndraha, L. D. M. (2022). Penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw terhadap kemampuan pemahaman konsep belajar siswa. Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal, 8(1), 325–332.
Hasnawati, H., & Hasmiati, H. (2020). Efektivitas model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw terhadap hasil belajar matematika siswa. Jurnal Pendidikan Matematika, 3(2).
Hermanto, I. M., Nurhayati, I., Tahir, I., & Yunus, M. (2023). Penerapan model guided context-and problem-based learning untuk meningkatkan pemahaman konsep pada materi gelombang bunyi. Jurnal Pendidikan Fisika, 11(1), 45–56.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia. (2025). Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2025 tentang Standar Isi pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah.
Kumalasari, N. A., Marsono, & Suyetno, A. (2022). Penerapan model kooperatif tipe Jigsaw untuk meningkatkan creative thinking dan motivasi belajar pada siswa SMK. Jurnal Pendidikan Teknik Mesin, 22(1), 29–33.
Laal, M., & Ghodsi, S. M. (2016). Benefits of collaborative learning. Procedia - Social and Behavioral Sciences, 31, 486–490.
Lubis, N. A., & Harahap, H. (2016). Pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw. Jurnal As-Salam, 1(1), 93–102.
Novitasari, D., Salam, A. M., & Haryandi, S. (2024). Analisis pemahaman konsep fisika peserta didik dengan Certainty of Response Index (CRI) materi gelombang bunyi. Ampere Journal of Physics Education, 1(1), 1–10.
Nuwangi, P. P., Riandi, R., Suwarma, I. R., & Agustin, M. (2025). Mewujudkan pembelajaran sains yang humanis melalui pendekatan berorientasi sosio-emosional. Jurnal Pendidikan Modern, 10(3), 291–302.
Pemerintah Republik Indonesia. (2003). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta: Sekretariat Negara.
Pradana, S. (2024). Mengapa data tidak berdistribusi normal? Diakses dari https://tambahpinter.com
Pratiwi, A. R., Sari, W. K., & Lisnawati. (2024). Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw untuk meningkatkan prestasi belajar Bahasa Indonesia siswa kelas III. Jurnal Lempu, 1(3), 233–239.
Rosenthal, R. (1991). Meta-analytic procedures for social research (Rev. ed.). Newbury Park, CA: Sage Publications.
Rustam, A., Niasari, T., Parisu, C. Z. L., Husain, I. A., & La Sisi. (2023). Meta-analisis pengaruh model kooperatif tipe Jigsaw terhadap hasil belajar siswa SD. Journal Tunas Bangsa, 9(2), 102–110.
Safitri, S., Muharrami, L. K., Hadi, W. P., & Wulandari, A. Y. R. (2021). Faktor penting dalam pemahaman konsep siswa SMP: Two-tier test analysis. Natural Science Education Research, 4(1), 1–10.
Santiawati, S. (2021). Integrasi model pembelajaran inkuiri dan kooperatif tipe Jigsaw untuk peningkatan pemahaman dan partisipasi siswa. Jurnal Pedagogia, Universitas Terbuka.
Sari, D. P., Suyatna, A., & Anggraini, L. (2021). Efektivitas model pembelajaran Jigsaw terhadap hasil belajar fisika siswa SMA. Jurnal Ilmu Pendidikan Fisika, 6(1), 45–52.
Septiyani, A. W., Wilujeng, I., & Susilowati. (2021). Pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw terhadap peningkatan keterampilan sosial dan hasil belajar kognitif peserta didik. Jurnal Kumparan Fisika, 4(2), 120–128.
Slavin, R. E. (2015). Cooperative learning: Teori, riset, dan praktik. Bandung: Nusa Media.
Sugiyono. (2015). Metode penelitian kuantitatif kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabet.
Vygotsky, L. S. (1978). Mind in society: The development of higher psychological processes. Harvard University Press.
Zai, D., Yumiati, Y., & Ramdhani, S. (2025). Perbandingan penerapan model pembelajaran Jigsaw dan konvensional ditinjau dari keaktifan belajar siswa. JOEAI (Journal of Education and Instruction), 8(2).
Downloads
Published
Data Availability Statement
All relevant data supporting the findings of this study are available within the article